Tips Menghindari Penipuan Open Trip

1,289 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Sebagian traveler pernah mendapat pengalaman buruk saat ikut open trip wisata online. Tour leader wanprestasi, uang pun tidak kembali. Saatnya jadi traveler yang cerdas.

Ada kasus tour leader Erwin yang tega meninggalkan turis WNI di Maroko. Ada juga suara korban tour leader perempuan hijaber IW yang sejak 2007 bermasalah utang dan pengembalian uang wisatawan serta rekanan.

Open trip yang dijual online, bahkan penjualnya merangkap tour leader, memang susah diawasi.

Berikut tipsnya:

1. Pintar memilih

Ada banyak penawaran open trip online, dari media sosial ataupun dari broadcast. Jangan langsung membeli paketnya. Kita harus pintar-pintar memilih. Coba dilihat ada penawaran dari mana saja, dari siapa saja, berapa harganya. Tidak semuanya bagus dan kita cuma butuh satu yang cocok dari sekian banyak penawaran.

2. Harus kritis

Para traveler juga harus kritis, jangan ragu bertanya soal paket wisata open trip murah. Tanya soal harganya, apa iya dengan harga segitu cukup untuk berkeliling?

Lihat itinerarynya, jangan-jangan agendanya dipadatkan. Kalau begitu, nanti kamu bisa ngos-ngosan menjalaninya. Kalau ada yang tidak sesuai, mesti tanya sebelum membeli. Jangan terima-terima saja.

3. Jangan tergoda dengan harga murah

Namanya orang jualan, pasti ingin cari untung. Jadi traveler cerdas artinya tidak tergoda dengan harga yang murah. Cari tahu kenapa bisa murah. Coba bikin hitungan sendiri. Browsing harga tiket pesawat dan hotel nggak susah kok. Masuk akal nggak open tripnya pasang harga semurah itu. Masa iya mereka tidak mau ambil untung?

4. Bandingkan dengan aplikasi terpercaya

Coba bandingkan paket penawaran open trip dengan situs-situs penawaran lainnya. Bandingkan berapa hari, bandingkan rutenya dan bandingkan harganya. Pastikan kamu punya perbandingan yang akurat. Kalau setelah dibandingkan, harganya masuk akal, itinerarynya juga wajar, membeli paket wisata open trip wisata murah oke-oke saja kok.

Tapi kalau terlalu murah, kamu patut curiga. Mereka mau untung dari mana? Bisa-bisa kamu ditinggalkan tour leadernya di tengah jalan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *